mengenang sebuah kisah
Berawal dari titik–titik embun salju,
berakhir di rerontokan daun-daun kering
Terbuka di antara jejak-jejak kecil kaki daratan,
yang tertutup saat di ketinggian langitan surga
Sang pemberian yang terdekati, lalu menjauh dan menghindari
Namun ia kembali, tapi tak untuk dimiliki
Menari di atas dataran, dan berusaha untuk memagari.
Adalah awal dari pelanggaran hukum alami
Pemutaran roda membawaku kembali di sini
Berbeda ruang, berbeda waktu, dan jiwa pun meyakini
Ini adalah suatu yang baru, sesuatu yang berbeda
Satu per satu akan kujalani, tiap lika liku kan kuhidupi
JK
July 11th, 2006 at 10:54 pm
bagus yah