mengenang sebuah kisah

Berawal dari titik–titik embun salju,

berakhir di rerontokan daun-daun kering

Terbuka di antara jejak-jejak kecil kaki daratan,

yang tertutup saat di ketinggian langitan surga

 

Sang pemberian yang terdekati, lalu menjauh dan menghindari

Namun ia kembali, tapi tak untuk dimiliki

Menari di atas dataran, dan berusaha untuk memagari.

Adalah awal dari pelanggaran hukum alami

 

Pemutaran roda membawaku kembali di sini

Berbeda ruang, berbeda waktu, dan jiwa pun meyakini

Ini adalah suatu yang baru, sesuatu yang berbeda

Satu per satu akan kujalani, tiap lika liku kan kuhidupi

JK

One Response to “mengenang sebuah kisah”

  1. Antony Says:

    bagus yah :)

Leave a Reply